Aspek Rekam Medis dan Nilai Guna Rekam Medis

Desain Formulir Rekam Medis

Seperti kita ketahui bahwa di dalam rekam medis memuat data yang sangat banyak dan beragam jenisnya, sehingga di dalamanya terkandung berbagai aspek. Aspek-aspek tersebut antara lain yaitu aspek administrasi, legal, finansial, riset, pendidikan dan aspek dokumentasi.

Formulir rekam medis dapat diaplikasikan baik secara manual/hardcopy maupun secara komputer/ elektronik. Desain formulir rekam medis baik dalam bentuk hardcopy maupun elektronik harus mempertimbangkan berbagai aspek yang melekat di dalam rekam medis. Dapat diartikan, bahwa dalam mendesain formulir rekam medis, kita harus mempertimbangkan mulai dari bagaimana mengoleksi data, hingga bagaimana kita menyimpan rekam medis nantinya dengan baik dan aman dengan tidak mengesampingkan satupun dari aspek yang ada di dalamnya. Sehingga apabila nantinya rekam medis diperlukan untuk kepentingan aspek terkait, sudah dapat dipergunakan secara optimal.

Sebagai contoh, desain formulir rekam medis harus mengakomodasi aspek administrasi, salah satunya menyangkut penyelenggaraan terkait dengan wewenang dan tanggung jawab yaitu bahwa di dalam mendesain formulir rekam medis, harus menyediakan space nama jelas dan tanda tangan bagi setiap tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan pasien untuk memberikan kepastian siapa yang bertanggung jawab dalam pelayanan kesehatan yang diberikan. Demikian juga untuk aspek lain seperti yang telah disebutkan sebelumnya, harus dapat diakomodasi di dalam formulir rekam medis yang akan dipergunakan untuk pelayanan kepada pasien, termasuk bagaimana desain formulir rekam medis menempatkan space nomor rekam medis untuk tujuan kemudahan dalam penyimpanannya.


Tutorial Beternak Kenari - Peluang Usaha





Dasar Hukum Desain Formulir Rekam Medis

Permenkes RI Nomor 269/Menkes/Per/III/2008, tentang rekam medis. Di dalam peraturan ini, disebutkan isi minimal dari sebuah rekam medis pada sarana pelayanan kesehatan. Di dalam peraturan ini juga, memuat ketentuan mengenai umur rekam medis sehingga rekam medis sudah dapat dimusnahkan.
SE Dirjen Yanmed RI Nomor HK.00.06.1.5.01160 tahun 1995, tentang petunjuk teknis pengadaan formulir rekam medis dasar dan pemusnahan arsip rekam medis.


Siapa Yang Mendesain Formulir Rekam Medis ?

Rekam medis dihasilkan dari suatu upaya pelayanan kesehatan pasien yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Sehingga desain formulir rekam medis harus melibatkan setiap unsur utama yang terlibat dalam pelayanan kepada pasien. Unsur utama tersebut minimal terdiri dari dokter, perawat, dan praktisi rekam medis atau dapat ditambahkan juga tenaga kesehatan lainnya yang erat kaitannya dengan pelayanan kepada pasien. Semua unsur utama tersebut dibentuk dalam sebuah wadah yang dinamakan Panitia Rekam Medis. Dalam dinamikanya, Panitia Rekam Medis harus dapat mengidentifikasi kebutuhan data maupun memastikan bagaimana cara pemenuhan kebutuhan datanya, dengan tetap memperhatikan tujuan akhirnya, yaitu untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada setiap pasien.


Cara Mendesain Formulir Rekam Medis

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain formulir rekam medis (Huffman, 1994 : 249) :

  1. Pelajari tujuan dan penggunaan formulir, dan buat desain formulir sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh user.
  2. Desain form sesederhana mungkin. Buang data atau informasi yang tidak diperlukan.
  3. Gunakan istilah baku (standar) untuk setiap elemen data, atau sediakan definisi jika diperlukan.
  4. Sediakan petunjuk/pedoman yang diperlukan untuk memastikan konsistensi pengumpulan data atau interpretasi data.
  5. Urutkan item data secara logika, dalam kaitannya dengan dokumen sumber atau sesuai kebiasaan yang ada; sajikan informasi dengan cara yang menarik perhatian.

Pertimbangan Dalam Desain Formulir Rekam Medis

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain formulir rekam medis berbentuk kertas/hardcopy (Huffman, 1994 : 262) :

  1. Heading (Kepala formulir)
    Kepala formulir biasanya mencakup judul formulir dan informasi tentang formulir.
  2. Introduction (Pengantar)
    Pengantar ini menjelaskan tujuan dari penggunaan formulir yang bersangkutan.
  3. Instructions (Instruksi)
    Instruksi yang dimaksud adalah keterangan agar user dapat dengan segera mengetahui berapa lembar salinan yang diperlukan, siapa yang harus menyerahkan/mengirimkan formulir, kepada siapa lembar salinan dikirimkan, dan semacamnya.
  4. Body (Badan)
    Body/badan merupakan bagian dari formulir yang dikhususkan untuk pekerjaan substantif sebuah formulir.
  5. Close (Penutup)
    Penutup ini disediakan untuk tanda tangan otentikasi dan persetujuan.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain formulir rekam medis berbentuk elektronik/komputer adalah dalam segi Format Skrin dan segi Print-out.

Demikian tentang desain formulir rekam medis. Lebih detil dapat dipelajari dalam buku-buku manajemen informasi kesehatan yang ada.

Semoga bermanfaat.

Sumber :
Huffman, Edna K., 1994, Health Information Management, Tenth Edition, Physicians’           Record Company, Berwyn, Illinois

Comments:
Name
Email
Comment
 
Note : Your email will not be shared or viewed.



Copyright 2011 www.kristianusrianto.com
www.kristianusrianto.com | Privacy Policy And Disclaimer | Contact Us | Sitemap